Lamongan–Surabaya – Dalam rangka memperkuat nilai spiritualitas dan memperluas wawasan sejarah Islam, siswa kelas IX MTs Roudlotut Tholibin Putra melaksanakan kegiatan studi wisata dan religi ke Lamongan dan Surabaya. Kegiatan ini menjadi momen bermakna yang memadukan pembelajaran, refleksi keimanan, serta kebersamaan antar siswa.
Rombongan diberangkatkan pada pukul 01.48 WIB dari madrasah dengan penuh semangat. Meski perjalanan dimulai di penghujung malam, para siswa tetap antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan yang telah dipersiapkan.
Tujuan pertama adalah Magbaroh Siti Fatimah binti Maimun di Leran, Gresik, yang dikenal sebagai salah satu bukti awal keberadaan Islam di Nusantara. Rombongan tiba pada pukul **05.21 WIB**. Di tempat yang sarat nilai sejarah tersebut, para siswa melaksanakan doa bersama dengan khusyuk. Guru pendamping memberikan penjelasan tentang peran penting Siti Fatimah binti Maimun dalam sejarah perkembangan Islam di Indonesia, sehingga siswa tidak hanya berziarah, tetapi juga memahami makna sejarah di baliknya.
Perjalanan dilanjutkan menuju Makam Sunan Drajat di Lamongan. Di kompleks makam salah satu Wali Songo tersebut, para siswa kembali melaksanakan doa dan mendengarkan kisah keteladanan Sunan Drajat yang dikenal dengan ajaran sosialnya: pentingnya kepedulian, tolong-menolong, dan kesejahteraan umat. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi dalam kehidupan sehari-hari para siswa.
Usai rangkaian kegiatan religi, rombongan menuju WBL (Wisata Bahari Lamongan) sebagai sarana rekreasi dan penyegaran. Di kawasan wisata bahari ini, para siswa menikmati beragam wahana permainan, mulai dari wahana yang memacu adrenalin hingga wahana keluarga yang lebih santai. Suasana pantai yang sejuk berpadu dengan gelak tawa dan kebersamaan para siswa menciptakan momen penuh keceriaan. Kegiatan di WBL menjadi penyeimbang setelah rangkaian ziarah, sekaligus mempererat kekompakan dan solidaritas antar teman.
Perjalanan belum berakhir. Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Magbaroh Sunan Ampel di Surabaya. Di salah satu pusat dakwah Islam terbesar di Jawa pada masanya ini, para siswa kembali melaksanakan doa dan ziarah dengan penuh ketenangan. Guru pendamping menjelaskan peran Sunan Ampel dalam menyebarkan Islam melalui pendidikan, pesantren, dan pendekatan dakwah yang santun serta bijaksana. Kunjungan ini menjadi penutup rangkaian perjalanan religi yang sarat makna.
Seluruh kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar di bawah bimbingan para guru pendamping. Studi wisata dan religi ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan batin untuk meneladani perjuangan para wali serta memperkuat keimanan dan karakter siswa.
Semoga kegiatan ini menjadi pengalaman berharga dan kenangan indah bagi siswa kelas IX MTs Roudlotut Tholibin Putra dalam menapaki langkah menuju masa depan yang lebih baik dan penuh keberkahan.

